Home / Berita / Aturan Baru Umroh 2021 Pelaksanaan di Masa Pandemi

Aturan Baru Umroh 2021 Pelaksanaan di Masa Pandemi

Regulasi Umroh Pandemi 2021

Berdasar surat edaran yang ditujukan kepada para penyelenggara umrah di Saudi maupun di luar Saudi, keputusan Kerajaan No. (6460), tertanggal 5/2/1442 H, mengeluarkan keputusan yang mengijinkan pelaksanaan umrah dan kunjungan secara bertahap sesuai dengan rencana yang tepat dan ketat untuk model umrah yang aman dan kunjungan yang memperhatikan penerapan tindakan pencegahan dan protokol kesehatan, dan implementasi semua instansi pemerintah terkait secara terintegrasi. Dalam dalam bingkai ini telah berkoordinasi dengan Maskapai nasional, Saudi Airlines, untuk menyediakan kapasitas kursi yang diperlukan sesuai dengan rencana yang telah disetujui, mencatat bahwa menerima jamaah dari luar Kerajaan akan dimulai pada fase ketiga, mulai dari 15/3/1442 H, sesuai dengan 1/11/2020 M.

Dan melihat keadaan perusahaan Umrah Saudi dan agen perjalanan berlisensi di luar Kerajaan adalah mitra dalam Pelayanan sesuai dengan formulir keamanan Umroh dan kunjungan untuk musim ini, dari luar Kerajaan saudi Umrah thn 1442 H, maka sungguh Kementerian (haji) ingin menekankan hal-hal berikut.

Mengingat penyelenggara Umrah Saudi & Luar Saudi bekerjasama dalam hal penyelenggaraan Umrah yang sesuai protokol kesehatan, kementerian haji mengingatkan untuk memperhatikan beberapa regulasi berikut ini:

  1. Jamaah berumur 18-50 tahun
  2. Terbukti bebas Covid-19 dibuktikan dengan hasil PCR/SWAB yang berlaku 72 jam dari hasil PCR hingga sampai ke Saudi.
  3. Untuk umroh mendaftara melalui aplikasi Eatmarna secara kolektif.
  4. Menyiapkan tiket return sesuai jadwal.
  5. Transportasi lengkap dari kedatagan hingga ke hotel.
  6. Asuransi lengkap.
  7. Memesan Hotel via Platform elektronik (manasah) harus meliputi makan 3 kali selama karantina minimal 3 hari.
  8. Transportasi lengkap antara Hotel, Miqot & Masjidil haram.
  9. Mematuhi protokol kesehatan sejak kedatangan hingga kembali ke negaranya.
  10. Mengosongkan 10% kamar hotel untuk antisipasi Isolasi bagi suspek Covid 19.
  11. Setiap group harus didampingi TL.
  12. Penyelenggara & Jamaah Umroh wajib memberikan data passport yang valid dan khususnya tanggal lahir untuk menyesuaikan syarat umur umroh.
  13. Ketika sampai saudi jamaah diwajibkan karantina di Hotel masing-masing selama 3 hari dan dilarang keluar Hotel.
  14. Jamaah dari luar Saudi akan dibagi beberapa group, setiap group minimal 50 jamaah.
  15. Sekamar maksimal 2 orang dan wajib menjaga jarak minimal 1 meter.
  16. Dilarang jamuan prasmanan di Hotel.
  17. Bis diisi 40-50% dan setiap bis 1 guide.
  18. Info tambahan untuk umroh masa pandemi:
    1. VAT hotel 30%
    2. BRN asli untuk hotel dan transportasi
    3. Sementara hanya menggunakan maskapai Saudia Airlines.
    4. Sementara hotel hanya bintang 4 & 5.

NB: Regulasi masa pandemi saudi, sewaktu-waktu bisa berubah.

Beberapa pertimbangan melaksanakan umroh di masa pandemi :

  1. Pembatasan usia peserta umroh rentang 18-50 tahun. Hal ini akan sangat berdampak terhadap peserta yang berangkat bersama keluarga, orang tua bahkan tour leader/pembimbing ibadahyang biasanya menemani akan terkendala.
  2. Durasi perjalanan ibadah umroh lebih lama karena ada masa karantina selama 3 hari di hotel & dilarang untuk melaksanakan aktivitas diluar hotel. Sehingga durasi umroh paling sedikitnya menjadi 12 hari.
  3. Keterbatasan melakukan peribadatan di dalam masjid suci khususnya Masjidil Haram karena pembatasan kuota bahkan tawaf sunnah sekalipun di area utama thawaf. Ditambah lagi dengan masa karantina 3 hari yang dilarang melakukan aktivitas apapun diluar hotel, akan banyak waktu yang mubadzir mengingat kita berada di tanah suci.
  4. Hotel yang baru digunakan saat ini adalah hotel bintang 5 dan 4 yang telah ditentukan oleh otoritas Saudi & lolos kelayakan protokol kesehatan. Dan satu kamar hanya boleh maksimal diisi oleh 2 orang. Ini sangat menjadi kendala bagi peserta keluarga dan biaya pun akan menjadi lebih mahal.
  5. Sementara ini maskapai yang baru diperkenankan hanya Saudi Arabia Airlines, sehingga relatif harga pesawat lebih mahal.
  6. Ada tambahan biaya test PCR utk pra & pasca umroh yang pastinya menambah beban besarnya biaya umroh
  7. Kemungkinan terjadinya resiko tertularnya jamaah umroh disaat mau kepulangan akan menjadi masalah tersendiri karena harus mengikuti protokol karantina di Saudi. Ini akan berdampak terhadap tiket kepulangan jamaah & secara psikis berdampak ke peserta yang ditinggal sendiri disana.
  8. Dengan kondisi saat ini, biaya umroh berkisar 35 juta bahkan bisa lebih, akan terasa berat bagi umat muslim belum lagi nilai manfaat yang didapatkannya penuh keterbatasan.
  9. Insyaa Allah dengan izin Allah ﷻ kemungkinan dibulan januari keatas setelah vaksin ditemukan, semua kondisi akan seperti semula insyaa Allah.

Semoga Allah ﷻ senantiasa menyelamatkan kita dari segala bencana sehingga kita bisa kembali menunaikan ibadah di tanah suci dengan kondisi semula yang aman, damai & penuh kekhusyuan. Aamiin

About rowi

Check Also

Pembatalan Haji 2021: Antara Kesiapan Penyeleggara & Kesiapan Jamaah

Pembatalan keberangkatan haji dari Indonesia terjadi untuk ke-2 kalinya. Bila tahun 2020 pengumuman pembatalannya dikarenakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *