Home / Berita / Persiapan Keberangkatan Umroh Masa Pandemi Covid-19

Persiapan Keberangkatan Umroh Masa Pandemi Covid-19

Menindaklanjuti keputusan Saudi Arabia yang membuka Masjidil Haram dengan kapasitas penuh, kelihatannya mulai ada tanda-tanda sepertinya umroh akan segera dibuka, oleh karena itu forum penyelenggara umroh melaksanakan pertemuan untuk membahas persiapan keberangkatan umroh di Masa pandemi Covid-19.

Masjidil Haram Makkah

Hasil kesepakatan forum penyelenggara umroh di Masa Pandemi Covid-19 pada tanggal 19 Oktober 2021 sebagai berikut:

  1. Untuk pemberangkatan gelombang awal ibadah Umroh, dilaksanakan dengan memberangkatkan para petugas PPIU dengan syarat sudah divaksinasi dosis lengkap dengan Astrazeneca / Moderna /Pfizer / Jhonson & Jhonson.
  2. PPIU yang berencana memberangkatkan, segera menyerahkan data jamaah Umroh kepada Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji & Umroh, Kementrian Agama RI.
  3. Untuk pemberangkatan dan pemulangan jamaah Umroh dilakukan satu pintu melalui Asrama Haji Pondok Gedeatau Bekasi, bandara yang digunakan untuk sementara melalui Soekarno-Hatta Cengkareng.
  4. Skema keberangkatan:
    a. Jamaah Umroh melakukan screening kesehatan 1×24 jam sebelum berangkat;
    b. Pelaksanaan screening kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan vaksinasi Covid-19, Meingitis Meningokokus, dan pemeriksaan hasil swab RT-PCR;
    c. Asrama Haji menyediakan akomodasi, konsumsi dan transportasi untuk memfasilitasi keberangkatan jamaah;
    d. Pengawasan pelaksanaan screening kesehatan dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan RI;
    e. Boarding, pemeriksaan imigrasi, dan pemeriksaan ICV (International Certificate Vaksin) dilaksanakan di Asrama Haji.
  5. Skema Kepulangan:
    a. Melakukan RT-PCR tes di Arab Saudi maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan ke Indonesia.
    b. Saat kedatangan di Indonesia, dilakukan RT-PCR tes terhadap jamaah (entry test);
    c. Pelaksanaan karantina dilaksanakan di Asrama Haji selama 5×24 jam.
    d. Saat hari ke-4 dilakukan RT-PCR tes terhadap jamaah (exit test), dan bila hasilnya negatif, jamaah dapat pulang kembali ke rumah masing-masing;

Acara diinisiasi oleh Direktorat Jendreral Penyelenggaraan Hai dan Umrah Kementrerian Agama RI, Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Asosiai Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh, Amphuri, Ampuh, Asphuri, Aphurindo, Gaphura, Kesthuri, Sapuhi). Adapun hasil kesepakatan ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai situasi dan kondisi yang berlaku baik di Indonesia maupun di Saudi Arabia.

Hasil Pertemuan Lanjutan:

  1. Para Asosiasi yang tergabung dalam KOALISI Haji Umrah sangat berterima kasih kepada pihak Konsul Jenderal Arab Saudi di Jakarta yang telah menerima kedatangan delegasi, pihak Konjen juga sangat menyambut baik kedatangan delegasi KOALISI Umrah Haji Nasional
  2. Konjen menjelaskan bahwa sampai saat ini pembukaan Umrah untuk Indonesia masih belum dibuka, menunggu hasil diskusi intensif antara Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama masing-masing
  3. Permasalahan sinkronisasi data melalui aplikasi Tawakalna dan Peduli Lindungi masih dalam tahap finalisasi dengan berbagai workshop yanh dilakukan kedua belah pihak
  4. Kedubes Arab Saudi sangat berharap bahwa Umrah jamaah Indonesia segera dibuka, untuk itulah pihak Kedubes menunggu pengajuan SOP pemberangkatan Jamaah Umrah melalui Asosiasi agar dapat ditelaah dan dievaluasi kemungkinan pelaksanaan dilapangan, tentunya melibatkan pihak Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI sebagai Regulator Umrah Nasional
  5. Kedubes Arab Saudi mengharapkan pihak Asosiasi dapat mengajukan pula list penyedia PCR di Indonesia untuk selanjutnya dilakukan pengecekan kualitas dan verifikasi keabsahan laboratorium oleh Kedubes dalam rangka memastikan agar hasil PCR tsb Valid dan tidak disalahgunakan, karena hasil PCR sangat berimbas besar kepada penyelenggaraan ibadah dari sebuah Negara. Misal jika ditemukan hasil PCR yg tidak sesuai atau manipulasi hasil PCR maka tidak menutup kemungkinan pengiriman jamaah dari negara tersebut akan ditutup
  6. Pihak Kedubes memastikan bahwa sampai saat ini Arab Saudi hanya menerima 4 jenis Vaksin (Pfizer, Moderna, Astra Zenecca, Jhonsen & Jhonasen) tanpa Booster serta Sinovac dan Sinopharm wajib booster 1x menggunakan 4 vaksin yg diakui Saudi tsb
  7. Pihak KOALISI Haji Umrah mengharapkan Kedubes dapat memfasilitasi keberangkatan perwakilan Asosiasi ke Arab Saudi menggunakan Visa yang memungkinkan untuk saat ini, dan pihak Kedutaan sangat mempersilahkan pihak Asosiasi mendaftarkan permintaan tsb selama mengikuti prosedur kesehatan yg berlaku di Arab Saudi

About rowi

Check Also

Arab Saudi Tutup Lagi, Jamaah Umroh Tunda Keberangkatan Ke Tanah Suci

Masjid Nabawi Mempertimbangkan rekomendasi otoritas kesehatan Kerajaan Arab Saudi yang menilai tingkat penyebaran kasus Covid-19 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *